Tanjungpinang, 30 Agustus 2026 – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mendukung rencana pembangunan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Pembangunan monumen tersebut dinilai dapat memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai salah satu pusat sejarah perkembangan bahasa dan kebudayaan Melayu.
Dukungan tersebut disampaikan Dody saat meninjau kawasan Pulau Penyengat. Ia melihat potensi besar kawasan tersebut untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah sekaligus pusat edukasi mengenai perjalanan bahasa nasional.
Pulau Penyengat Punya Nilai Sejarah
Pulau Penyengat memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan bahasa dan kesusastraan Melayu. Sejumlah tokoh intelektual dan sastrawan pernah beraktivitas di pulau tersebut sehingga meninggalkan warisan literasi yang penting bagi sejarah Indonesia.
Salah satu peninggalan yang paling dikenal adalah karya Raja Ali Haji. Melalui karya-karyanya, tradisi intelektual Melayu berkembang dan memberikan pengaruh terhadap perjalanan bahasa Melayu yang kemudian menjadi salah satu fondasi bahasa Indonesia.
Karena itu, pembangunan monumen di Pulau Penyengat diharapkan dapat menjadi simbol yang mengingatkan masyarakat mengenai perjalanan panjang bahasa nasional.
Kementerian PU Siap Dukung Infrastruktur
Dody menyatakan Kementerian PU siap memberikan dukungan sesuai kewenangan untuk pengembangan kawasan tersebut. Dukungan dapat diarahkan pada pembangunan maupun penataan infrastruktur yang menunjang kawasan wisata sejarah.
Pembangunan monumen juga perlu memperhatikan karakter Pulau Penyengat sebagai kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Penataan kawasan diharapkan tidak menghilangkan identitas asli pulau, tetapi justru memperkuat daya tariknya.
Menurutnya, pengembangan kawasan bersejarah perlu dilakukan secara terpadu. Infrastruktur yang baik harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan peningkatan kualitas destinasi wisata.
Jadi Pusat Edukasi Bahasa
Monumen Bahasa Nasional nantinya diharapkan tidak hanya menjadi bangunan ikonik atau objek foto bagi wisatawan. Kehadirannya dapat dikembangkan sebagai ruang edukasi mengenai sejarah bahasa Melayu, perkembangan bahasa Indonesia, serta kontribusi para tokoh dari Kepulauan Riau.
Materi sejarah dan literasi dapat dikemas dengan pendekatan yang lebih menarik sehingga dapat menjangkau pelajar, mahasiswa, wisatawan, maupun masyarakat umum.
Konsep tersebut juga dapat memperkuat keterhubungan antara warisan budaya dengan perkembangan pariwisata. Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati suasana Pulau Penyengat, tetapi juga mendapatkan pengetahuan mengenai sejarah bahasa nasional.
Dorong Pengembangan Pulau Penyengat
Pemerintah daerah terus mendorong pengembangan Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya. Potensi tersebut didukung oleh keberadaan berbagai situs bersejarah serta peninggalan Kesultanan Riau-Lingga.
Pembangunan Monumen Bahasa Nasional diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas tersebut. Kehadiran monumen dapat melengkapi berbagai destinasi sejarah yang sudah ada sekaligus memberikan ikon baru bagi Pulau Penyengat.
Pengembangan kawasan juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Meningkatnya kunjungan wisatawan dapat membuka peluang bagi usaha kuliner, kerajinan, jasa pemandu, transportasi, dan sektor ekonomi kreatif lainnya.
Pelestarian Jadi Perhatian Utama
Meski pembangunan infrastruktur diperlukan, aspek pelestarian tetap menjadi perhatian. Pulau Penyengat memiliki banyak peninggalan sejarah sehingga setiap pembangunan perlu mempertimbangkan lingkungan dan nilai budaya kawasan.
Sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi penting agar pembangunan dapat berjalan tanpa mengurangi karakter historis Pulau Penyengat. Perencanaan yang matang juga diperlukan untuk memastikan fasilitas baru mampu bertahan dalam jangka panjang.
Dengan dukungan Kementerian PU, rencana pembangunan Monumen Bahasa Nasional diharapkan dapat berkembang menjadi proyek yang tidak hanya memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga menghidupkan kembali kesadaran masyarakat terhadap sejarah bahasa dan budaya Indonesia.
Pulau Penyengat pun berpeluang semakin dikenal sebagai salah satu ruang penting dalam perjalanan bahasa nasional sekaligus destinasi wisata sejarah unggulan di Kepulauan Riau.





