Jakarta, 19 September 2026 – Chevazrilia Alfaruk menambah catatan prestasinya di dunia modeling setelah meraih gelar Putri Nusantara 2026 kategori kids. Gelar tersebut diraih dalam rangkaian ASEAN Fashion Festival (AFF) 2026 yang berlangsung di Lippo Nusantara, Semanggi, Jakarta Selatan, pada 18 hingga 20 September 2026. Model muda asal Bekasi itu baru berusia 12 tahun dan tercatat sebagai siswi SMP IT Global Insani Bekasi. Meski masih berada di usia sekolah, Chevazrilia atau akrab disapa Cheva telah memiliki pengalaman panjang berada di panggung peragaan busana. Ia bahkan mulai mengenal dunia fashion sejak berusia tiga tahun. Kemenangan terbaru tersebut menjadi salah satu pencapaian penting sekaligus menambah kepercayaan dirinya untuk mengejar mimpi yang lebih besar pada masa mendatang.
Ketertarikan Cheva terhadap dunia modeling tumbuh sejak dirinya masih sangat kecil. Menurut Cheva, kegemarannya menggunakan busana yang menarik menjadi salah satu alasan awal dirinya tertarik tampil di panggung. Dari ketertarikan sederhana tersebut, ia kemudian mulai menjalani latihan dan mengikuti berbagai kegiatan modeling. Pengalaman demi pengalaman membuat Cheva semakin terbiasa dengan suasana kompetisi, termasuk ketika harus tampil di hadapan juri maupun banyak penonton. Hingga kini, ia tercatat telah mengikuti lebih dari 20 kompetisi modeling. Jumlah tersebut memberikan pengalaman yang cukup panjang bagi seorang model berusia 12 tahun dalam memahami persiapan sebelum tampil dan menghadapi persaingan di atas panggung.
Perjalanan Cheva di dunia modeling juga tidak terlepas dari dukungan kedua orang tuanya. Ia mengatakan ayah dan ibunya terus memberikan dukungan sejak dirinya pertama kali menekuni bidang tersebut hingga berhasil meraih gelar Putri Nusantara 2026 kategori kids. Pendampingan keluarga menjadi penting karena aktivitas kompetisi harus berjalan bersamaan dengan kewajibannya sebagai pelajar. Cheva tetap mengikuti kegiatan sekolah pada pagi hari seperti siswa lainnya. Setelah menyelesaikan aktivitas pendidikan, ia baru mengalokasikan waktu untuk belajar dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi. Pola tersebut membuat Cheva harus membangun kedisiplinan agar aktivitas modeling tidak mengganggu pendidikan formal yang sedang dijalaninya.
Gelar Putri Nusantara 2026 menjadi pencapaian terbaru setelah Cheva menjalani rangkaian pengalaman di berbagai kompetisi. ASEAN Fashion Festival 2026 sendiri menjadi ruang pertemuan bagi pelaku fashion sekaligus peserta muda yang ingin mengembangkan kemampuan mereka. Cheva tampil dalam kategori kids dan akhirnya berhasil memperoleh gelar dalam perhelatan tersebut. Bagi dirinya, pencapaian itu bukan hanya mengenai kemenangan, tetapi juga tambahan pengalaman untuk meningkatkan kemampuan di atas panggung. Kompetisi memberikan kesempatan baginya untuk mengembangkan kepercayaan diri, cara membawa busana, serta kemampuan tampil di hadapan publik. Pengalaman tersebut akan menjadi modal apabila Cheva tetap memilih melanjutkan perjalanan di bidang modeling dan kontes kecantikan ketika usianya semakin dewasa.
Di balik gelar yang baru diraih, Cheva ternyata telah menyimpan target yang jauh lebih besar. Ia mengaku memiliki keinginan mengikuti Pemilihan Puteri Indonesia ketika sudah memenuhi persyaratan usia pada masa mendatang. Ketertarikan terhadap ajang tersebut muncul setelah dirinya sejak kecil melihat para ratu kecantikan nasional melalui televisi. Dari sana, Cheva mulai membangun impian untuk suatu hari dapat berada di panggung yang sama. Target tersebut masih membutuhkan perjalanan panjang karena dirinya saat ini baru berusia 12 tahun. Namun, berbagai kompetisi modeling yang diikutinya dapat menjadi bagian dari proses membangun pengalaman dan kepercayaan diri. Cheva secara terbuka menyatakan bahwa Puteri Indonesia menjadi salah satu tujuan yang ingin dikejarnya setelah beranjak dewasa.
Ajang Puteri Indonesia sendiri merupakan kompetisi nasional yang diikuti para finalis dari berbagai daerah. Pada penyelenggaraan 2026, Agnes Aditya Rahajeng dari Banten dinobatkan sebagai Puteri Indonesia setelah melalui rangkaian penilaian hingga babak final. Sebanyak 45 finalis mengikuti kompetisi tahun tersebut dengan latar belakang yang beragam. Selain gelar utama Puteri Indonesia, kompetisi juga memberikan sejumlah gelar lain seperti Puteri Indonesia Lingkungan, Puteri Indonesia Pariwisata, dan Puteri Indonesia Pendidikan. Proses kompetisi mencakup berbagai tahap penilaian, termasuk sesi tanya jawab yang menjadi salah satu bagian penting pada fase akhir. Gambaran tersebut menunjukkan bahwa mimpi Cheva menuju panggung Puteri Indonesia kelak membutuhkan persiapan yang lebih luas daripada kemampuan modeling semata.
Untuk saat ini, Cheva masih memusatkan perhatian pada pendidikan sekaligus mengembangkan pengalaman di dunia fashion. Pembagian waktu menjadi bagian penting karena kegiatan sekolah tetap menjadi kewajiban utama yang harus dijalankannya. Aktivitas modeling kemudian ditempatkan di luar jadwal pendidikan agar keduanya dapat berjalan berdampingan. Dukungan keluarga memberikan ruang bagi Cheva untuk terus mengembangkan minat tanpa meninggalkan tanggung jawab sebagai pelajar. Pengalaman mengikuti lebih dari 20 kompetisi juga membantunya mengenali berbagai situasi yang dapat muncul ketika mengikuti sebuah perlombaan. Setiap kemenangan maupun kegagalan menjadi bagian dari proses belajar yang dapat membentuk kesiapan dirinya menghadapi kompetisi yang lebih besar pada masa mendatang.
Cheva juga membawa pesan mengenai pentingnya ketekunan bagi anak-anak seusianya yang sedang mengejar cita-cita. Berdasarkan pengalamannya mengikuti berbagai kompetisi, ia menilai kegagalan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikan usaha. Menurutnya, seseorang masih dapat kembali mencoba setelah mendapatkan hasil yang belum sesuai harapan. Pandangan tersebut tumbuh dari pengalamannya sendiri menghadapi lebih dari dua puluh kompetisi sebelum menambahkan gelar Putri Nusantara 2026 ke dalam catatan prestasinya. Proses panjang tersebut membuat kemenangan tidak hanya dilihat dari hasil akhir sebuah perlombaan, tetapi juga dari keberanian untuk terus belajar dan mencoba. Sikap tersebut ingin dipertahankan Cheva ketika melanjutkan aktivitasnya di dunia modeling.
Kemenangan di ASEAN Fashion Festival 2026 kini menjadi salah satu pijakan dalam perjalanan panjang Chevazrilia Alfaruk. Pada usia 12 tahun, ia masih memiliki banyak waktu untuk mengembangkan kemampuan, menyelesaikan pendidikan, serta menentukan arah karier yang ingin ditempuh ketika dewasa. Target mengikuti Puteri Indonesia menjadi mimpi jangka panjang yang disampaikan Cheva setelah memperoleh gelar Putri Nusantara kategori kids. Untuk mencapainya, perjalanan tersebut masih membutuhkan pengalaman, pendidikan, pengembangan kemampuan komunikasi, serta berbagai persiapan lainnya. Sementara itu, gelar yang baru diraih menjadi bukti perkembangan perjalanan modeling yang telah dimulainya sejak usia tiga tahun. Cheva kini memilih terus belajar dan menambah pengalaman sambil menyimpan harapan suatu hari dapat melangkah dari panggung Putri Nusantara menuju kompetisi Puteri Indonesia.





