Pada 16 Juli 2025, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,25%. Keputusan ini merupakan langkah keempat dalam siklus pelonggaran moneter sejak September 2024 dan sejalan dengan ekspektasi pasar. BI juga menurunkan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,50% dan Lending Facility menjadi 6,00% .spektro-bi.org+4liputan6.com+4Bareksa.com+4Bareksa.com+7Ajaib – Pilihan #1 Investor Indonesia+7Bank Indonesia+7
Alasan Penurunan Suku Bunga:
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada tiga faktor utama:Wikipedia+5liputan6.com+5Pajakku+5
-
Perlambatan Permintaan Domestik: Aktivitas konsumsi rumah tangga yang melambat dan ketidakpastian ekonomi global mempengaruhi pertumbuhan ekonomi domestik.Ajaib – Pilihan #1 Investor Indonesia+3Perhimpunan Bank Nasional+3Bank Indonesia+3
-
Stabilitas Nilai Tukar Rupiah: Rupiah tetap stabil dan sesuai dengan fundamental ekonomi, mendukung kebijakan moneter yang akomodatif.Ajaib – Pilihan #1 Investor Indonesia+2Bank Indonesia+2Bank Indonesia+2
-
Proyeksi Inflasi Rendah: Inflasi diperkirakan tetap rendah dan berada dalam sasaran 2,5±1% hingga 2026, memberikan ruang bagi BI untuk melonggarkan kebijakan moneter.spektro-bi.org+5Bank Indonesia+5Pajakku+5
Dampak terhadap Perekonomian:
Langkah ini diharapkan dapat:Reuters
-
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi: Dengan menurunkan biaya pinjaman, diharapkan dapat meningkatkan investasi dan konsumsi domestik.
-
Meningkatkan Daya Tarik Investasi: Suku bunga yang lebih rendah dapat menarik aliran masuk investasi asing, mendukung stabilitas pasar keuangan.Bank Indonesia+2Bank Indonesia+2Bareksa.com+2
-
Menurunkan Beban Kredit: Bagi sektor usaha dan individu, penurunan suku bunga dapat mengurangi beban cicilan kredit, meningkatkan daya beli.spektro-bi.org+3Bank Indonesia+3liputan6.com+3
Respons Pasar:
Setelah pengumuman tersebut, pasar menunjukkan reaksi positif:
-
Stabilitas Rupiah: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tetap stabil, mencerminkan kepercayaan pasar terhadap kebijakan BI.Bank Indonesia
-
Kenaikan Indeks Saham: Indeks harga saham gabungan (IHSG) naik hampir 1%, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.Reuters
Proyeksi ke Depan:
BI menyatakan bahwa meskipun ruang untuk penurunan suku bunga masih terbuka, keputusan selanjutnya akan mempertimbangkan perkembangan inflasi, stabilitas nilai tukar, dan kondisi ekonomi domestik serta global. BI juga akan terus memantau dampak dari kesepakatan penurunan tarif impor AS terhadap ekspor Indonesia, yang dapat memberikan stimulus tambahan bagi perekonomian .liputan6.com+1Ajaib – Pilihan #1 Investor Indonesia+1
Dengan langkah ini, BI menunjukkan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, menjaga stabilitas makroekonomi, dan merespons dinamika ekonomi global yang terus berkembang.Pajakku