Jakarta, 8 Mei 2026 – Pemerintahan Taliban kembali menjadi sorotan internasional setelah memberlakukan larangan bagi perempuan Afghanistan untuk mengunjungi pusat kebugaran dan pemandian umum. Kebijakan tersebut menambah daftar panjang pembatasan terhadap aktivitas perempuan di ruang publik sejak Taliban kembali berkuasa di Afghanistan.
Sebelumnya, perempuan di negara tersebut juga menghadapi pembatasan akses ke taman hiburan, taman kota, hingga pasar malam. Kini, aturan baru terkait gym dan pemandian umum memunculkan kekhawatiran baru dari berbagai pihak mengenai hak dan kebebasan perempuan Afghanistan.
Otoritas Taliban disebut beralasan bahwa larangan tersebut diterapkan karena adanya pelanggaran terhadap aturan pemisahan gender dan ketentuan berpakaian yang ditetapkan pemerintah. Kebijakan itu langsung menuai perhatian dunia internasional dan mendapat kritik dari sejumlah organisasi hak asasi manusia.
Pengamat politik Timur Tengah menilai pembatasan yang terus diperluas menunjukkan semakin ketatnya kontrol sosial yang diterapkan Taliban terhadap kehidupan perempuan di Afghanistan. Banyak pihak khawatir kondisi tersebut akan berdampak terhadap akses perempuan pada kesehatan, pendidikan, hingga aktivitas sosial sehari-hari.
Gym dan pemandian umum sebelumnya menjadi salah satu ruang aktivitas yang masih dapat diakses sebagian perempuan Afghanistan untuk menjaga kesehatan dan bersosialisasi. Dengan adanya larangan baru tersebut, pilihan ruang publik bagi perempuan semakin terbatas.
Sejumlah organisasi internasional menilai pembatasan terhadap perempuan dapat memperburuk situasi kemanusiaan di Afghanistan yang saat ini juga menghadapi tantangan ekonomi dan sosial cukup berat. Banyak perempuan disebut mengalami kesulitan dalam menjalani aktivitas normal akibat aturan yang semakin ketat.
Pengamat sosial menjelaskan bahwa pembatasan akses terhadap fasilitas umum tidak hanya berdampak pada kebebasan bergerak, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental perempuan. Aktivitas olahraga dan interaksi sosial dinilai penting dalam menjaga kualitas hidup masyarakat.
Sejak kembali memegang kekuasaan pada 2021, Taliban telah menerapkan berbagai kebijakan yang membatasi peran perempuan di ruang publik. Sejumlah aturan terkait pendidikan, pekerjaan, dan aktivitas sosial menjadi perhatian komunitas internasional dalam beberapa tahun terakhir.
Banyak negara dan organisasi global sebelumnya telah mendesak Taliban untuk memberikan akses yang lebih luas bagi perempuan terhadap pendidikan dan aktivitas publik. Namun hingga kini, berbagai pembatasan masih terus diberlakukan di beberapa sektor kehidupan masyarakat Afghanistan.
Pengamat hubungan internasional menilai kebijakan terhadap perempuan menjadi salah satu isu utama yang memengaruhi hubungan Taliban dengan dunia internasional. Sejumlah negara disebut masih memantau perkembangan kebijakan tersebut sebelum mengambil langkah diplomatik lebih lanjut.
Masyarakat internasional kini terus menyoroti kondisi perempuan Afghanistan di tengah meningkatnya pembatasan sosial yang diterapkan pemerintah setempat. Organisasi kemanusiaan juga menyerukan pentingnya perlindungan hak-hak dasar perempuan agar situasi sosial tidak semakin memburuk.
Dengan larangan terbaru terhadap akses gym dan pemandian umum, perhatian dunia kembali tertuju pada situasi hak perempuan di Afghanistan dan arah kebijakan sosial yang diterapkan Taliban ke depan.






