Jakarta, 23 September 2026 – Volvo Cars menunjuk Klaus Zellmer sebagai Presiden dan Chief Executive Officer baru di tengah upaya perusahaan menghadapi tekanan penjualan dan persaingan industri otomotif global. Zellmer merupakan eksekutif dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di industri otomotif dan terakhir memimpin Škoda Auto. Ia akan menggantikan Håkan Samuelsson serta mulai menjalankan jabatan barunya paling lambat 1 Oktober 2027. Selama periode peralihan, Samuelsson akan bekerja bersama jajaran direksi untuk memastikan proses pergantian kepemimpinan berlangsung lancar. Penunjukan tersebut dilakukan ketika Volvo sedang menjalankan transformasi bisnis untuk memperbaiki pertumbuhan dan profitabilitas.
Zellmer memiliki pengalaman panjang dalam mengelola merek otomotif premium maupun kendaraan dengan volume penjualan besar. Selain memimpin Škoda, ia sebelumnya pernah menduduki sejumlah posisi senior di Porsche, termasuk memimpin operasi perusahaan di Jerman dan Amerika Utara. Latar belakang tersebut menjadi salah satu pertimbangan Volvo dalam memilih pemimpin yang akan membawa perusahaan melewati perubahan besar industri otomotif. Ketua Volvo Cars Eric Li menilai Zellmer memiliki pengalaman internasional serta rekam jejak dalam memimpin organisasi ketika menghadapi transformasi dan perubahan kondisi pasar. Kemampuan tersebut diharapkan dapat membantu Volvo memperkuat kembali posisinya sebagai salah satu produsen kendaraan premium dunia.
Pergantian pucuk pimpinan berlangsung ketika Volvo menghadapi tekanan dari berbagai arah, termasuk tarif impor Amerika Serikat, melemahnya penjualan di China, permintaan kendaraan listrik yang berubah, serta tingginya biaya pengembangan produk. Kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap pencapaian target profitabilitas perusahaan. Volvo sebelumnya telah melakukan sejumlah langkah efisiensi untuk memperbaiki struktur biaya dan arus kas. Perusahaan juga semakin memperkuat kolaborasi dengan Geely Holding sebagai pemegang saham mayoritas. Kerja sama tersebut diarahkan untuk meningkatkan penggunaan komponen bersama dan menciptakan efisiensi yang lebih besar dalam pengembangan kendaraan.
Salah satu tugas besar yang menunggu Zellmer adalah mengawal strategi peluncuran 13 model baru hingga akhir 2030. Program tersebut menjadi ekspansi produk terbesar sepanjang sejarah Volvo yang telah berlangsung hampir satu abad. Tujuh kendaraan baru dirancang untuk pasar Barat, sementara enam model lainnya akan dikembangkan untuk konsumen China. Portofolio tersebut akan mencakup kendaraan listrik penuh sekaligus teknologi hybrid generasi ketiga. Strategi itu dirancang untuk memperluas pilihan konsumen sekaligus merespons kondisi pasar yang tidak berkembang secara seragam menuju kendaraan listrik penuh.
Melalui ekspansi produk tersebut, Volvo menargetkan peningkatan pangsa pasar secara signifikan sekaligus memperkuat kemampuan menghasilkan keuntungan. Perusahaan ingin membangun bisnis yang dalam jangka panjang mampu menghasilkan margin operasional lebih dari 8 persen. Untuk mencapai sasaran tersebut, Volvo akan menggunakan platform kendaraan secara lebih efisien dan meningkatkan penggunaan teknologi bersama dengan Geely. Porsi penggunaan komponen bersama dengan Geely ditargetkan mencapai sekitar 30 persen pada 2030. Strategi itu diproyeksikan membantu menurunkan biaya material sekaligus mengurangi kebutuhan investasi pengembangan yang dilakukan secara terpisah.
Volvo juga harus menghadapi perubahan karakter pasar otomotif China yang semakin kompetitif akibat pertumbuhan cepat produsen kendaraan lokal. Pada saat bersamaan, perusahaan perlu menyesuaikan strategi teknologi untuk mempertahankan akses terhadap pasar Barat, termasuk Amerika Serikat. Kondisi geopolitik, regulasi teknologi, dan kebijakan perdagangan membuat produsen otomotif global semakin membutuhkan strategi yang berbeda untuk masing-masing kawasan. Karena itu, Volvo mulai mengembangkan pendekatan produk yang lebih regional dibandingkan menggunakan satu strategi yang sama untuk seluruh dunia. Fleksibilitas tersebut diharapkan membuat perusahaan lebih cepat merespons kebutuhan konsumen dan perubahan regulasi.
Penunjukan Klaus Zellmer pada akhirnya menjadi bagian dari strategi jangka panjang Volvo untuk memperkuat kembali pertumbuhan di tengah transformasi industri otomotif global. Håkan Samuelsson masih akan memimpin perusahaan selama masa transisi dan melanjutkan program pemulihan yang telah berjalan sebelum kepemimpinan diserahkan kepada Zellmer. Tantangan pemimpin baru tidak hanya meningkatkan volume penjualan, tetapi juga menjaga profitabilitas, mengendalikan biaya, serta memastikan 13 model baru mampu diterima pasar. Perubahan permintaan terhadap kendaraan listrik dan hybrid juga akan menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan strategi tersebut. Dengan kepemimpinan baru dan ekspansi produk yang telah disiapkan, Volvo berupaya membangun fondasi pertumbuhan yang lebih kuat hingga memasuki dekade berikutnya.





