Jakarta, 6 September 2026 – Hyundai memperluas jajaran kendaraan listriknya di pasar Eropa dengan mulai membuka pemesanan Staria Electric, versi bertenaga baterai dari MPV berukuran besar Staria. Kehadiran model tersebut membuat persaingan kendaraan listrik keluarga dan kendaraan pengangkut penumpang semakin ramai, termasuk berhadapan dengan Volkswagen ID. Buzz yang lebih dahulu dipasarkan. Staria Electric mengandalkan kabin luas dengan pilihan konfigurasi tujuh dan sembilan tempat duduk serta teknologi pengisian cepat berarsitektur 800 volt. Hyundai membekali kendaraan tersebut dengan baterai berkapasitas 84 kWh yang dipadukan dengan motor listrik penggerak roda depan. Motor itu menghasilkan tenaga maksimum 160 kW atau sekitar 218 PS dengan torsi 350 Nm. Kombinasi tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan keluarga, perjalanan kelompok, layanan antar-jemput hingga penggunaan profesional.
Hyundai sebenarnya telah memperkenalkan Staria Electric kepada publik pada Brussels Motor Show pada awal 2026 sebelum memulai pemasaran di Korea Selatan dan Eropa. Memasuki September 2026, pemesanan kendaraan tersebut mulai dibuka lebih luas di sejumlah pasar Eropa, termasuk Jerman. Harga Staria Electric di Jerman dimulai sekitar 57.450 euro, membuatnya masuk ke segmen MPV listrik premium yang mengutamakan kapasitas penumpang dan fleksibilitas kabin. Posisi tersebut secara tidak langsung mempertemukan Staria Electric dengan Volkswagen ID. Buzz yang telah membangun identitas kuat sebagai kendaraan listrik bergaya MPV. Meski keduanya memiliki pendekatan desain berbeda, target pengguna yang membutuhkan ruang kabin besar membuat perbandingan antara kedua kendaraan sulit dihindari. Hyundai mencoba menawarkan keunggulan melalui dimensi besar, konfigurasi sembilan penumpang, dan kemampuan pengisian baterai berkecepatan tinggi.
Dari sisi ukuran, Staria Electric memiliki panjang sekitar 5.255 mm, lebar 1.995 mm, tinggi 1.990 mm, serta jarak sumbu roda mencapai 3.275 mm. Dimensi tersebut memungkinkan Hyundai menyediakan ruang kepala dan kaki yang lapang hingga baris belakang. Lantai kabin yang relatif rata juga menjadi keuntungan dari penggunaan sistem penggerak listrik karena memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pengaturan interior. Hyundai mempertahankan dua pintu geser di sisi kendaraan sehingga akses menuju baris kedua dan ketiga tetap mudah meskipun mobil digunakan di kawasan dengan ruang parkir terbatas. Bukaan pintu belakang yang besar membantu proses memasukkan barang ketika Staria digunakan untuk perjalanan keluarga maupun kegiatan komersial. Pada varian Wagon sembilan tempat duduk, kapasitas ruang penyimpanan dapat mencapai sekitar 1.303 liter dalam konfigurasi tertentu.
Sumber tenaga utama berasal dari baterai lithium-ion berkapasitas 84 kWh yang mengalirkan energi menuju satu motor listrik di roda depan. Hyundai memperkirakan Staria Electric mampu menempuh perjalanan hingga sekitar 400 kilometer berdasarkan siklus WLTP, meskipun angka aktual dapat berbeda mengikuti kondisi penggunaan dan spesifikasi setiap pasar. Kecepatan tertingginya berada pada kisaran 184 kilometer per jam, sementara karakter motor listrik memberikan torsi secara instan sejak kendaraan mulai bergerak. Penggerak roda depan dipilih untuk memberikan karakter berkendara yang mudah diprediksi ketika kendaraan membawa banyak penumpang maupun barang. Hyundai juga melakukan penyesuaian suspensi dan menambahkan material peredam suara untuk meningkatkan kenyamanan kabin. Karakter penggerak listrik yang minim getaran menjadi salah satu keunggulan Staria Electric dibandingkan versi bermesin pembakaran internal.
Salah satu teknologi yang menjadi senjata utama Staria Electric adalah arsitektur kelistrikan 800 volt yang sebelumnya digunakan pada keluarga Hyundai Ioniq. Sistem tersebut memungkinkan baterai menerima pengisian DC berdaya tinggi dengan waktu yang relatif singkat. Dalam kondisi ideal, pengisian baterai dari 10 hingga 80 persen diklaim dapat diselesaikan sekitar 20 menit menggunakan fasilitas pengisian cepat yang kompatibel. Untuk pengisian sehari-hari di rumah atau lokasi kerja, Hyundai menyediakan onboard charger AC berkapasitas 11 kW. Kemampuan pengisian cepat menjadi penting untuk kendaraan berukuran besar yang berpotensi digunakan dalam perjalanan jarak jauh atau layanan transportasi dengan intensitas tinggi. Waktu berhenti yang lebih pendek dapat membuat penggunaan MPV listrik semakin praktis dibandingkan kendaraan listrik generasi sebelumnya.
Staria Electric turut dibekali teknologi Vehicle-to-Load atau V2L sehingga energi dari baterai kendaraan dapat digunakan untuk menjalankan perangkat listrik eksternal. Fitur tersebut memperluas fungsi kendaraan ketika digunakan untuk aktivitas luar ruangan, perjalanan keluarga maupun pekerjaan yang membutuhkan sumber listrik portabel. Hyundai juga menyediakan port USB berdaya tinggi hingga 100 watt untuk mendukung penggunaan perangkat elektronik di dalam kabin. Sistem infotainment menggunakan teknologi Connected Car Navigation Cockpit dengan dua layar berukuran 12,3 inci untuk panel instrumen dan pusat hiburan. Konektivitas Apple CarPlay dan Android Auto secara nirkabel turut tersedia untuk memudahkan integrasi telepon seluler. Pembaruan perangkat lunak melalui jaringan atau over-the-air memungkinkan sejumlah fungsi kendaraan memperoleh penyempurnaan tanpa harus selalu mengunjungi bengkel.
Secara desain, Hyundai tidak mengubah karakter dasar Staria secara drastis ketika mengembangkan versi listrik. Siluet berbentuk satu lengkungan besar tetap dipertahankan, tetapi bagian depan memperoleh sejumlah penyesuaian untuk menegaskan identitas kendaraan listrik. Gril konvensional digantikan permukaan yang lebih tertutup dan sederhana karena kebutuhan pendinginan berbeda dibandingkan mesin pembakaran internal. Lampu horizontal memanjang di bagian depan tetap menjadi salah satu ciri khas utama keluarga Staria. Permukaan bodi dibuat relatif bersih untuk membantu efisiensi aerodinamika sekaligus mempertahankan penampilan futuristis. Pendekatan tersebut berbeda dengan Volkswagen ID. Buzz yang menggunakan sejumlah elemen desain bernuansa retro sebagai penghormatan terhadap Volkswagen Type 2 klasik.
Hyundai menawarkan Staria Electric dalam dua konfigurasi utama untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang berbeda. Versi Luxury menyediakan tujuh tempat duduk dan lebih diarahkan kepada konsumen pribadi, keluarga serta kebutuhan perjalanan rekreasi. Sementara versi Wagon mempunyai sembilan tempat duduk sehingga dapat digunakan keluarga besar, perjalanan kelompok maupun operator layanan antar-jemput. Ruang kabin menjadi salah satu aspek yang ingin ditonjolkan Hyundai karena kendaraan ini dirancang sejak awal sebagai MPV besar dan bukan sekadar kendaraan penumpang biasa. Kemampuan menarik beban dengan rem hingga sekitar 2.000 kilogram turut menambah fleksibilitas penggunaan. Dengan spesifikasi tersebut, Hyundai berusaha menawarkan kendaraan listrik yang dapat menjalankan fungsi transportasi keluarga sekaligus kebutuhan profesional.
Masuknya Staria Electric membuat Volkswagen ID. Buzz memperoleh pesaing baru di pasar MPV listrik Eropa. Volkswagen selama ini mengandalkan desain khas, pilihan konfigurasi penumpang, serta platform listrik khusus untuk menarik konsumen yang membutuhkan kendaraan berkapasitas besar. Hyundai mengambil pendekatan berbeda dengan menawarkan dimensi yang lebih besar serta kemampuan menampung hingga sembilan orang. Teknologi 800 volt juga menjadi pembeda penting karena memungkinkan proses pengisian baterai berlangsung cepat ketika tersedia infrastruktur yang sesuai. Persaingan di segmen ini diperkirakan semakin ketat seiring produsen lain memperluas portofolio kendaraan listrik ke kategori MPV dan van. Konsumen pada akhirnya memiliki lebih banyak pilihan yang tidak hanya mempertimbangkan jarak tempuh, tetapi juga kapasitas kabin, kecepatan pengisian, fleksibilitas tempat duduk dan biaya kepemilikan.
Hyundai memproduksi Staria Electric di fasilitas manufakturnya di Ulsan, Korea Selatan, sebelum mendistribusikannya ke berbagai pasar. Eropa menjadi salah satu wilayah penting karena adopsi kendaraan listrik dan kebutuhan kendaraan serbaguna terus berkembang di kawasan tersebut. Hyundai juga menyatakan pasar tambahan akan menyusul setelah peluncuran di Korea Selatan dan Eropa, meskipun rincian untuk setiap negara akan diumumkan secara terpisah. Belum ada kepastian mengenai waktu pemasaran Staria Electric di Indonesia maupun harga yang akan diterapkan apabila kendaraan tersebut nantinya masuk ke pasar nasional. Kehadirannya di Eropa setidaknya menunjukkan bahwa elektrifikasi Hyundai mulai bergerak dari segmen sedan dan SUV menuju kendaraan keluarga berukuran besar. Staria Electric sekaligus memperluas persaingan dengan Volkswagen ID. Buzz dalam perebutan pasar MPV listrik yang diperkirakan semakin berkembang dalam beberapa tahun mendatang.





