Banjarmasin, 18 September 2026 – Polda Kalimantan Selatan menyiapkan kontainer pendingin untuk mendukung penanganan korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan. Fasilitas tersebut dipersiapkan sebagai tempat penyimpanan sementara jenazah sebelum menjalani pemeriksaan dan proses identifikasi lebih lanjut. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi apabila tim pencarian menemukan korban dalam jumlah besar secara bersamaan. Penggunaan fasilitas pendingin diperlukan untuk menjaga kondisi jenazah sehingga proses identifikasi dapat dilakukan secara optimal. Polda Kalsel juga menyiagakan personel yang terlibat dalam penanganan korban serta pelayanan kepada keluarga. Koordinasi terus dilakukan dengan Basarnas, TNI AL dan instansi terkait selama operasi berlangsung.
Kontainer pendingin menjadi bagian dari kesiapan penanganan pascakecelakaan karena pencarian kini semakin difokuskan pada bangkai kapal yang berada di dasar perairan. Tim penyelam telah dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan di sekitar badan KM Virgo setelah posisinya berhasil diketahui. Apabila korban ditemukan, proses evakuasi akan dilanjutkan menuju lokasi yang telah ditentukan untuk pemeriksaan awal. Petugas kemudian melakukan pencatatan serta dokumentasi sebelum jenazah masuk dalam tahapan identifikasi. Kontainer pendingin memungkinkan proses tersebut berlangsung lebih teratur ketika jumlah korban yang dievakuasi melebihi kapasitas fasilitas penyimpanan yang tersedia. Kesiapan ini juga diharapkan mencegah hambatan apabila operasi pencarian menghasilkan banyak temuan dalam waktu berdekatan.
Tim Disaster Victim Identification atau DVI kepolisian turut disiagakan untuk melakukan identifikasi terhadap setiap korban yang ditemukan. Proses tersebut dilakukan melalui pencocokan data post mortem dengan informasi ante mortem yang diperoleh dari keluarga. Data dapat meliputi sidik jari, catatan medis, karakteristik gigi, barang pribadi hingga sampel DNA apabila diperlukan. Ketelitian menjadi bagian penting karena identitas tidak boleh ditetapkan hanya berdasarkan pengenalan visual ketika kondisi jenazah tidak memungkinkan. Keluarga korban karena itu diminta memberikan informasi selengkap mungkin kepada petugas di posko ante mortem. Seluruh data kemudian diperiksa sebelum identitas korban dinyatakan sesuai.
Persiapan fasilitas penyimpanan juga dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kompleksitas operasi KM Virgo Transport 8. Kapal tersebut membawa ratusan orang ketika mengalami kecelakaan dan hingga kini masih terdapat penumpang yang belum ditemukan. Posisi bangkai kapal yang berada pada kedalaman sekitar 30 meter membuat operasi pencarian bawah air menjadi salah satu fokus utama. Basarnas bersama TNI AL telah mengerahkan puluhan penyelam untuk memeriksa badan kapal dan area di sekitarnya. Kondisi arus serta jarak pandang bawah air dapat memengaruhi kecepatan pemeriksaan. Karena itu, proses pencarian dan evakuasi harus dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan personel.
Polda Kalsel juga berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan untuk memastikan proses penanganan korban berjalan sesuai prosedur. Selain ruang penyimpanan, kebutuhan tenaga medis, dokter forensik serta perlengkapan identifikasi dipersiapkan untuk menghadapi berbagai kemungkinan. Pengaturan tersebut diperlukan agar jenazah yang berhasil dievakuasi dapat segera diproses tanpa menunggu terlalu lama. Setelah identitas dipastikan, petugas akan berkoordinasi dengan keluarga untuk proses penyerahan jenazah. Pendampingan kepada keluarga juga menjadi bagian penting karena mereka telah menunggu perkembangan pencarian sejak kecelakaan terjadi. Informasi resmi mengenai korban terus diperbarui berdasarkan hasil identifikasi dan bukan hanya berdasarkan temuan di lapangan.
Kesiapan kontainer pendingin menunjukkan penanganan kecelakaan KM Virgo dilakukan tidak hanya pada tahap pencarian, tetapi juga hingga proses identifikasi dan penyerahan korban kepada keluarga. Aparat berupaya memastikan setiap tahapan berlangsung tertib sehingga tidak menimbulkan kesalahan dalam pencatatan maupun identifikasi. Operasi SAR akan terus berjalan dengan memanfaatkan penyelaman, kapal pencari serta peralatan pendeteksi bawah air. Sementara itu, tim DVI tetap bersiap menerima korban yang berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Koordinasi lintas instansi menjadi kunci karena pencarian dan identifikasi melibatkan banyak personel dengan tugas berbeda. Pemerintah daerah dan aparat berharap seluruh korban yang masih dicari dapat segera ditemukan sehingga keluarga memperoleh kepastian.





